SUMBAWA-Pemda Sumbawa melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sumbawa dalam tahun anggaran 2025 ini melaksanakan pengadaan bibit ternak dengan menyerap bantuan APBD tahun 2025, baik itu dalam menunjang program pokok pikiran (Pokir) aspirasi sejumlah Anggota DPRD Sumbawa maupun Direktif mencapai sekitar Rp 9.578.850.000 ( Rp 9,5 Miliar lebih), sejauh ini berjalan On The Track, ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sumbawa H Junaidi SPT dalam keterangan Persnya, Selasa (01/07/2025).
Dijelaskan, pengadaan bibit ternak tahun 2025 ini dilakukan melalui sistem E – Catalog, terdiri dari pengadaan bibit Sapi Bali ukuran 100 Cm, 18-24 bulan dimenangkan oleh CV Jawara Ternak Nusantara dengan nilai kontrak Rp 3.912.800.000., dengan jumlah volume hewan bibit ternak sebanyak 584 Ekor, dengan realisasi fisik baru mencapai 189 ekor (32,36 persen) dan telah direalisasikan pendistribusiannya kepada 22 kelompok tani ternak penerima manfaat (33,84%).
Ada pula pengadaan bibit sapi Bali betina 106 cm 24 – 36 bulan sebanyak 246 ekor dimenangkan oleh CV Rio dengan nilai Rp 2.386.200.000., baru terealisasi mencapai 28,46 persen, dan Pengadaan bibit Kambing dimenangkan oleh CV Icha Dady Rea dengan Nilai Kontrak Rp 713.700.000, dan baru terealisasi mencapai 66,12 persen.
“Dari 8 Paket pengadaan bibit hewan ternak melalui E-Catalog ini, baru 3 paket saja yang sudah terklik serta berjalan, fan sisa 5 paket lainnya sedang dalam proses, dimana pengadaan bibit hewan ternak tahun 2025 adalah salah satu proyek Strategis Daerah (PSD) yang dilakukan program pendampingan hukum, pengawalan dan pengamanan Tim Intelijen dan Tim Jaksa Pengacara Negara (JPN) Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri Sumbawa bersama APIP Inspektorat,” ujar Haji Junaidi.
Menurutnya, semua proses dilakukan secara transparan dari mulai awal perencanaan sampai dengan di klik pemenangnya, oleh karena itu kami sampaikan terimakasih atas dukungan dan pendampingan dari pihak Kejari Sumbawa dan APIP Inspektorat dalam proses pengadaan bibit hewan ternak 2025.
“Dalam hal ini, kami telah mengingatkan kepada tim teknis agar dalam bekerja harus sesuai dengan standar dan spec yang telah ditetapkan, sehingga tidak ada lagi yang bisa dinegosiasikan dalam hal ukuran hewan tersebut, dan sejauh ini dalam proses pendistribusian kepada kelompok penerima manfaat (Kelompok Tani Ternak, red) dinilai berjalan On The Track di lapangan, dengan harapan agar bantuan bibit hewan ternak bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin dan dikembangkan, hindari yang namanya praktek-praktek jual-beli, karena ini menjadi antensi BPK,” tukas Haji Junaidi.
Pengadaan bibit ternak tahun 2025 terdiri dari pengadaan bibit sapi Bali betina 100 cm 18 – 24 bulan sebanyak 581 ekor dengan nilai Rp 3.892.700.000, sapi bibit Bali betina 104 cm 18 – 24 bulan sebanyak 50 ekor dengan nilai Rp 387.500.000, sapi Bali betina 106 cm 24 – 36 bulan sebanyak 246 ekor dengan nilai Rp 2.386.200.000, sapi bibit Bali betina 110 cm 24 – 36 bulan dengan nilai Rp 561.000.000, sapi bibit Bali Jantan 110 cm 18 – 24 bulan sebanyak 27 ekor dengan nilai Rp 351.000.000, sapi Bali jantan 105 cm 18 – 24 bulan dengan nilai Rp 461.550.000, kambing bibit betina (55 cm) dengan nilai Rp 743.600.000, kerbau Sumbawa bibit betina 102 cm dengan nilai Rp 598.500.000, kuda bibit betina 104 cm dengan nilai Rp 196.800.000, sehingga total anggaran mencapai Rp. 9.578.850.000 (Rp 9,5 Miliar lebih), dimana
bantuan bibit ternak ini diperuntukkan bagi 132 Kelompok Ternak yang tersebar didaerah ini, ujarnya.
Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Sumbawa Zanuar Irkham SH ketika dikonfirmasi Selasa (01/07/2025, membenarkan kalau pengadaan bibit ternak tahun 2025 pada DPKH Sumbawa Masuk dalam proyek strategis strategis daerah (PSD) yang dilakukan program pendampingan hukum, pengawalan dan pengamanan Tim JPN Datun dan Intelijen Kejari Sumbawa.
“Hingga saat ini, dari hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan proses pengadaan dan pendistribusian bibit ternak tersebut dinilai berjalan dengan baik (On TheTrack), dengan program kegiatan diharapkan selesai dan tuntas tepat waktu sesuai dengan kontrak,” pungkas Zanuar Irkham.


