MATARAM – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., hadiri acara Pembukaan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) ke VIII Tahun 2025, yang berlangsung di halaman kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat.
Hadir juga Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Dr. H. Agus Harimurti Yudhoyono, MSC., MPA., MA., Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, H. Teuku Riefky Harsya, B.Sc., M.T., Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Taufik Hidayat, Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, Ph.D., Wakil Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Ir. Diana Kusumastuti, M.T., Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Joko Juliantono, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu Muhammad Iqbal beserta seluruh unsur Forkopimda Provinsi NTB, beserta pemimpin daerah lainnya se-Indonesia.
Fornas Ke VIII ini diikuti oleh 38 kontingen Provinsi se-Indonesia dengan total 12.378 pegiat pertandingan, 3.878 perangkat pertandingan dan official, 74 Induk Organisasi Olahraga (Inorga) Pertandingan. Sehingga total peserta Fornas KE- VIII NTB Tahun 2025 ini lebih dari 18.000 orang.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Dr. H. Agus Harimurti Yudhoyono, MSC., MPA., MA., menyampaikan bahwa terdapat 73 induk olahraga di perlombakan dalam event Fornas ke VIII kali ini. Hal ini menjadi bukti Indonesia sebagai negara yang besar dengan lebih dari 280jt penduduk, berkeinginan untuk semakin maju dengan rakyat yang semakin sejahtera, sehat dan bugar, Ujarnya.
Lebih lanjut, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan mengharapkan agar pelaksanaan Fornas ini tidak hanya sukses tetapi juga mampu membuat ekonomi di daerah semakin berkembang dengan baik, Harapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, bahwa Fornas ke VIII NTB tidak hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang pelestarian seluruh kegiatan dengan memperhatikan prinsip ramah lingkungan dan pelibatan budaya lokal, pertunjukan seni daerah, kuliner khas, hingga pameran komunitas, ini menjadi bukti bahwa olahraga masyarakat dapat beriringan dengan budaya dan ekologi. NTB terus menjadikan Sport Tourism dan event nasional, internasional, sebagai strategi memperkuat UMKM, membuka lapangan kerja serta memperkenalkan budaya lokal ke panggung dunia, Jelasnya.


