SUMBAWA, Beritapembaruan — Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, segera menunjukkan progres nyata. Dua dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Desa Berare direncanakan mulai beroperasi pada awal Mei 2026 mendatang.
Kedua dapur MBG tersebut berada di bawah pengelolaan Yayasan Mitra Muda Maju dan Yayasan Fathul Iman Nawa, yang sama-sama beralamat di Desa Berare. Kehadiran dua SPPG ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru di wilayah tersebut.
Kepala Desa Berare, Ulus Asmi, S.Pd, dalam keterangannya menyampaikan bahwa keberadaan dapur MBG membawa dampak positif yang signifikan, khususnya dalam membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat.
“Dampak positif keberadaan dapur MBG ini sangat besar. Peluang kerja untuk masyarakat Kecamatan Moyo Hilir, khususnya Desa Berare, akan terbuka luas,” ujarnya.
Selain menyerap tenaga kerja, program ini juga akan memberdayakan sektor pertanian lokal. Hasil pertanian masyarakat seperti beras, sayur-sayuran, dan komoditas lainnya akan dimanfaatkan untuk mendukung operasional dapur MBG.
Setiap SPPG diproyeksikan memiliki kapasitas produksi hingga 3.000 porsi per hari. Dengan kapasitas tersebut, satu dapur membutuhkan sekitar 45 hingga 50 tenaga kerja, mulai dari sopir, juru masak, tenaga pemorsian, hingga petugas pencucian ompreng.
Dengan adanya dua SPPG di Desa Berare, total tenaga kerja yang berpotensi terserap diperkirakan mencapai sekitar 100 orang.
Kepala Desa juga menegaskan bahwa peluang kerja ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga Desa Berare, tetapi terbuka bagi seluruh masyarakat Kecamatan Moyo Hilir. Namun demikian, proses rekrutmen tetap akan mengacu pada kriteria dan penilaian masing-masing pengelola SPPG.
Dengan rencana operasional yang semakin dekat, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini sekaligus mendukung keberhasilan program pemenuhan gizi yang dicanangkan pemerintah.


