Berita Pembaharuan

Live News

28.3°C
  • Sumbawa
July 31, 2026
Follow Us:

BeritaPembaharuan.com

Kontak:

space-iklan-top

BeritaPembaharuan.com

Kontak:

Berita PembaharuanNewsNewsPAI UMM Hadirkan Pakar Teknologi Pendidikan UNESA, Bekali Mahasiswa PKL Menjadi Guru Digital yang Inovatif dan Berintegritas.

PAI UMM Hadirkan Pakar Teknologi Pendidikan UNESA, Bekali Mahasiswa PKL Menjadi Guru Digital yang Inovatif dan Berintegritas.

MALANG, Beritapembaharuan – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Laboratorium Tarbiyah menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi 34 mahasiswa Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang 502 GKB II Lantai 5 UMM ini mengusung tema “Smart Teaching & Smart Ethics: Bekal Guru PAI Menghadapi Dunia Pendidikan Digital”, sebagai upaya mempersiapkan mahasiswa menjadi calon guru profesional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus memiliki integritas dan etika profesi yang kuat. (Kamis, 16 Juli 2026).

Kegiatan pembekalan menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya. Sesi pertama bertajuk Smart Teaching disampaikan oleh Dr. Syaiputra W.M. Diningrat, M.Pd., dosen Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sekaligus Ketua Unit Penjaminan Mutu Program Doktor Teknologi Pendidikan UNESA. Berdasarkan riwayat hidupnya, beliau merupakan lulusan Doktor Teknologi Pembelajaran Universitas Negeri Malang, berpangkat Lektor, serta memiliki kepakaran dalam bidang teknologi pembelajaran, desain pembelajaran, media pembelajaran, flipped classroom, artificial intelligence, dan inovasi pendidikan.

Dalam pemaparannya, Dr. Syaiputra menekankan bahwa guru masa depan tidak lagi hanya dituntut mampu mengajar, tetapi juga mampu mendesain pengalaman belajar yang inovatif, kreatif, dan berbasis teknologi. Materi yang disampaikan meliputi konsep media pembelajaran, pemilihan media sesuai tujuan pembelajaran, desain media berbasis teknologi, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara etis dalam pembelajaran, hingga teknik menghasilkan media pembelajaran sederhana namun efektif.

Dr. Syaiputra juga membagikan berbagai praktik baik hasil penelitian yang selama ini dikembangkannya, seperti penerapan flipped classroom, blended learning, collaborative learning, microlearning berbasis artificial intelligence, serta pengembangan model pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi mahasiswa. Tidak hanya aktif sebagai akademisi, Dr. Syaiputra juga dikenal sebagai peneliti produktif dengan publikasi pada berbagai jurnal bereputasi internasional serta memiliki rekam jejak penelitian di bidang teknologi pendidikan dan pembelajaran digital.

Sementara itu, sesi kedua bertema Smart Ethics disampaikan oleh Zulfkar Yusuf, M.Pd.I., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam UMM. Pada sesi ini mahasiswa dibekali pemahaman mengenai pentingnya menjaga profesionalisme sebagai calon guru PAI melalui penguasaan kode etik guru, pemenuhan kewajiban sebagai tenaga pendidik profesional, etika dalam menggunakan media sosial, serta membangun karakter pendidik yang berintegritas di era digital.

Menurut Zulfkar Yusuf, keberhasilan seorang guru tidak hanya diukur dari kemampuan mengajar, tetapi juga dari sikap, akhlak, dan keteladanan yang ditampilkan kepada peserta didik maupun masyarakat. Di tengah perkembangan media digital yang sangat pesat, calon guru PAI harus mampu menjaga jejak digital, komunikasi profesional, dan nilai-nilai keislaman dalam setiap aktivitasnya.

Kepala Laboratorium Tarbiyah PAI UMM I’anatut Thoifah, M.Pd.I menyampaikan bahwa pembekalan ini merupakan bagian penting sebelum mahasiswa diterjunkan ke sekolah mitra untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sehingga siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.

Sebanyak 34 mahasiswa peserta PKL mengikuti kegiatan secara antusias. Diskusi interaktif mengenai penggunaan AI dalam pembelajaran, desain media digital, hingga etika profesi guru menjadi bagian yang paling menarik perhatian peserta. Mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa mengesampingkan nilai-nilai moral dan etika profesi.

Melalui kegiatan ini, Program Studi PAI UMM kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif terhadap transformasi digital, serta memiliki karakter Islami dan profesional. Pembekalan PKL diharapkan menjadi fondasi awal bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan ketika menjalankan praktik di sekolah maupun setelah menjadi guru di masa mendatang.

Share:
Tags:

Berita Terkait