Oleh : Sarita Bonita Dkk.
KAKIANG, beritapembaharuan — Semangat tak pernah kurang dari para pemuda olahraga Desa Kakiang. Beberapa bulan lalu, dengan tenaga dan tekad sendiri, mereka berkolaborasi dengan pihak bandara membersihkan lapangan desa yang selama ini terbengkalai. Tanpa bantuan dana desa, tanpa proposal resmi, mereka bergerak murni karena kepedulian.
Tujuannya sederhana namun penuh makna: menghadirkan ruang positif bagi generasi muda. Lapangan itu diharapkan menjadi tempat latihan sepak bola, aktivitas olahraga, dan wadah pembinaan bakat anak-anak desa.
Namun ironisnya, setelah kerja keras itu, para pemuda justru dihadapkan pada kenyataan pahit.
Hari ini, lapangan yang mereka bersihkan sendiri justru sulit mereka gunakan.
Berbagai kendala muncul tanpa kejelasan, tanpa pengaturan yang tegas. Padahal, lapangan tersebut adalah fasilitas milik bersama. Situasi ini memunculkan pertanyaan besar: di mana peran pemerintah desa?
Para pemuda tidak menuntut banyak. Mereka tidak meminta anggaran, tidak meminta fasilitas mewah. Mereka hanya berharap satu hal—apresiasi dan dukungan nyata..! Sebuah kebijakan sederhana yang menegaskan bahwa lapangan desa bisa digunakan secara adil oleh semua pihak, termasuk mereka yang telah berinisiatif merawatnya.
“Kami tidak menyalahkan masyarakat,” ungkap salah satu pemuda. “Kami hanya ingin ruang yang sudah kami bersihkan bersama bisa kami nikmati juga.”
Ketiadaan ketegasan dari pemerintah desa dinilai menjadi akar persoalan. Tanpa aturan yang jelas, konflik kepentingan terus terjadi, dan pemuda kembali menjadi pihak yang terpinggirkan.
Padahal, di balik itu semua, tersimpan banyak rencana besar. Pemuda olahraga Desa Kakiang memiliki visi, memiliki mimpi, dan memiliki semangat untuk membawa nama desa lebih jauh melalui prestasi. Namun semua itu terancam terhenti hanya karena satu hal mendasar: akses terhadap lapangan.

Kini, harapan itu disuarakan. Melalui berbagai saluran, termasuk media sosial, mereka mengetuk pintu hati pemerintah desa.
Apakah suara ini akan didengar? Ataukah semangat pemuda akan kembali padam di tengah minimnya dukungan?
Yang jelas, Desa Kakiang hari ini tidak kekurangan pemuda yang peduli. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian pemerintah untuk berdiri bersama mereka.


