SUMBAWA,beritapembaharuan (Kamis 21 Mei 2026) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa melaksanakan kegiatan silaturahim dan studi tiru ke BAZNAS dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat tersebut berjalan dengan penuh kehangatan, kekeluargaan, dan semangat kolaborasi dalam penguatan tata kelola zakat daerah.
Rombongan BAZNAS Kabupaten Sumbawa dipimpin oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Ustaz M. Lutfi Makki, S.Pd., M.Si, didampingi oleh Kepala Bidang Pengumpulan, Penyaluran dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Pahriyadi, S.AP. Turut membersamai rombongan dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa antara lain H. Yudi Patria Negara, ST., MM selaku Sekretaris Inspektorat Kabupaten Sumbawa, Erma Hadi Suryani, ST., M.M.Inov selaku Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Sumbawa, Zaidurrahman selaku Kasubbid Belanja Daerah BKAD Sumbawa, Aida Nurjannah dan Febirizki Damayanti dari Pranata Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sumbawa, serta Yoes Syifa’ Farlari dari Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Sumbawa serta pejabat terkait lainnya.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat, H. M. Jafar Yusuf, S.Sos, didampingi Wakil Ketua I H. Firmansyah, S.Pd., M.M, Wakil Ketua II Ardiansyah, S.H, Wakil Ketua III H. Tobrani, S.IP., M.Si, dan Wakil Ketua IV Ir. Ramli Sertini. Hadir pula mendampingi dari unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, yakni Amir S. selaku Kepala BPKAD KSB dan Iwan Indrawan A dari Bagian Kesra Kabupaten Sumbawa Barat, beserta pejabat terkait lainnya.
Kegiatan studi tiru ini dilaksanakan sebagai upaya pembelajaran dan penguatan sistem pengelolaan zakat daerah, khususnya terkait kebijakan pengumpulan zakat perusahaan yang telah lebih dahulu diterapkan di Kabupaten Sumbawa Barat. Selama ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat bersama BAZNAS KSB telah menginisiasi penghimpunan zakat dari perusahaan rekanan pemerintah daerah, baik perusahaan yang memperoleh pekerjaan melalui mekanisme penunjukan langsung maupun tender proyek pemerintah.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat, H. M. Jafar Yusuf, S.Sos, menyampaikan apresiasi atas kunjungan silaturahim tersebut. Ia menegaskan bahwa pengelolaan zakat yang baik membutuhkan sinergi kuat antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha.
“Zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Ketika pemerintah daerah dan BAZNAS berjalan bersama, maka manfaat zakat akan semakin luas dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pola penghimpunan zakat perusahaan di Kabupaten Sumbawa Barat dilakukan melalui pendekatan persuasif, edukatif, dan kolaboratif, sehingga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan-perusahaan mitra pemerintah daerah.
Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Ustaz M. Lutfi Makki, S.Pd., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari BAZNAS dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat. Menurutnya, studi tiru ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola zakat di Kabupaten Sumbawa.
“Kami datang untuk belajar dan menggali pengalaman terbaik dari Kabupaten Sumbawa Barat yang telah lebih dahulu berhasil membangun sistem pengumpulan zakat perusahaan. Semoga apa yang diperoleh hari ini dapat menjadi inspirasi dan ikhtiar bersama dalam meningkatkan pengumpulan zakat di Kabupaten Sumbawa,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa ke depan diharapkan Kabupaten Sumbawa dapat menerapkan skema penghimpunan zakat perusahaan sebesar 2,5 persen dari keuntungan perusahaan, khususnya perusahaan-perusahaan yang menjadi mitra pemerintah daerah. Menurutnya, potensi zakat perusahaan di Kabupaten Sumbawa sangat besar dan dapat menjadi sumber pendanaan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat miskin, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi umat.
Diskusi berlangsung interaktif dan penuh kekeluargaan. Berbagai pengalaman, tantangan, serta strategi pengelolaan zakat dibahas secara terbuka antara kedua daerah. Selain mempererat silaturahim antarlembaga, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk menjadikan zakat sebagai instrumen pembangunan daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Silaturahim dan studi tiru tersebut ditutup dengan sesi diskusi teknis, foto bersama, serta harapan agar kerja sama dan komunikasi antara BAZNAS Kabupaten Sumbawa dan BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat terus terjalin dengan baik demi kemaslahatan umat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Pulau Sumbawa.


