SUMBAWA — Dukungan terhadap Dr. Iwan Haryanto, S.H., M.H., terkait kasus dugaan penganiayaan dan perusakan barang saat menjalankan tugasnya sebagai advokat terus mengalir. Dukungan tersebut tidak hanya datang dari masyarakat Lingkar Timur Kabupaten Sumbawa, tetapi juga dari masyarakat yang tergabung dalam Gerak Pojok Selatan (GPS) Kabupaten Sumbawa.
Sahabat Gerak Pojok Selatan (GPS) mengecam dugaan tindakan premanisme yang diduga dilakukan oleh oknum PJTKI berinisial HZ terhadap Iwan Haryanto ketika sedang menjalankan tugas profesinya sebagai advokat dalam mendampingi klien.
Dugaan tindakan tersebut mengakibatkan Iwan Haryanto mengalami penganiayaan serta kerusakan terhadap barang miliknya. Perkara tersebut kini telah dilaporkan dan bergulir di kepolisian, menyusul langkah hukum yang ditempuh oleh Iwan Haryanto bersama rekan-rekan advokat Kabupaten Sumbawa.
Namun, berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat, perkara tersebut hingga saat ini masih berada pada tahap penyelidikan dan belum berlanjut ke tahap penyidikan.
Atas kondisi tersebut, sahabat Gerak Pojok Selatan mendesak Polres Sumbawa agar menangani perkara tersebut secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Hal tersebut disampaikan Ketua Gerak Pojok Selatan (GPS) Abriansyah Prado yang akrab di Sapa “Brian Prado” saat ditemui di kediamannya. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal perkembangan kasus yang dialami oleh Iwan Haryanto.
“Kami mendesak Polres Sumbawa agar benar-benar profesional dan transparan dalam menangani perkara yang dialami oleh kawan kami, Bapak Iwan Haryanto,” tegas Brian Prado
Menurutnya, proses hukum harus berjalan secara objektif dan tidak boleh ada kesan bahwa perkara tersebut dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan.
Ia bahkan menegaskan, apabila dalam waktu yang dianggap wajar tidak terdapat perkembangan signifikan, termasuk peningkatan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan apabila telah terpenuhi bukti yang cukup, masyarakat Gerak Pojok Selatan siap mengambil langkah lebih lanjut sebagai bentuk desakan kepada aparat penegak hukum.
“Kalau Polres Sumbawa tidak profesional dan tidak transparan, bahkan perkara ini tidak dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan apabila bukti-buktinya sudah memenuhi, serta tidak ada kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab, jangan salahkan kami. Kami akan datang dan melakukan aksi di Polres Sumbawa sebagai bentuk tuntutan agar keadilan ditegakkan,” tegasnya.
Abriansyah akrap di sapa Brian Prado menambahkan, dukungan tersebut merupakan bentuk solidaritas masyarakat terhadap Iwan Haryanto sekaligus sebagai bentuk dorongan agar proses hukum berjalan secara adil, transparan, dan profesional.
Sahabat Gerak Pojok Selatan berharap aparat kepolisian segera memberikan kejelasan mengenai perkembangan perkara tersebut serta mengambil langkah hukum sesuai hasil penyelidikan dan alat bukti yang ditemukan.


