SUMBAWA,beritapembaharuan (3 Mei 2026) – Saat ini transformasi pendidikan berbasis lingkungan kini mulai tumbuh kuat di tingkat satuan pendidikan. Salah satu contohnya adalah Sekolah Dasar Negeri 1 Penyaring, Kecamatan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa,NTB.
Kepada media ini, Kepala SDN 1 Penyaring Eka Laelani,SPd.SD,M.M.Inov
Mengatajan bahwa komitmennya dalam membangun budaya peduli lingkungan melalui berbagai program berkelanjutan yang melibatkan seluruh stekholder saat ini terus dilakukan.
“Upaya ini tidak lepas dari pendampingan LINGKARA, yang menghadirkan Program Eschalator dan Sekolah Hijau dalam mengembangkan praktik ramah lingkungan,”ujarnya.
Menurutnya, melalaui program ini, sekolah didorong untuk mengintegrasikan pengelolaan sampah, penghijauan, serta edukasi lingkungan kedalam proses pembelajaran dan aktivitas sehari-hari.
“Program yang dijalankan juga melalui FOLU Net Sink 2030 Tahun 2026,”tukasnya.
Lanjutnya, LINGKARA tercatat sebagai penerima manfaat dalam skema FOLU Goes to School dengan fokus pengelolaan sampah, yang merupakan bagian dari dukungan Norwegia. Tentu dengan
Kepercayaan besar diberikan kepada Sekolah Dasar Negeri 1 Penyaring sebagai satu-satunya Pilot Project Sekolah Hijau dalam program tersebut.
” Peran ini menjadikan sekolah sebagai model percontohan dalam penerapan pengelolaan sampah berbasis sekolah, pembiasaan perilaku hidup bersih, serta penguatan karakter peserta didik yang peduli terhadap kelestarian lingkungan,”jelasnya.
Dengan demikian lanjut Eka akrab dirinya disapa, langkah nyata yang dilakukan sekolah tidak hanya berdampak di lingkungan lokal, tetapi juga berkontribusi dalam upaya global menjaga keseimbangan alam.
“Sebagai mana ketahui bahwa lingkungan sekolah memiliki fungsi strategis, sebagai ruang hijau, sebagai tempat kreatifitas siswa serta ruang untuk menyalurkan bakat minat penguatan karakter dan hal ini harus dapat dipertahankan,”harapnya.


