SUMBAWA,beritapembaharuan— Pawai Alegoris dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sumbawa berlangsung meriah, Sabtu (15/8/2026). Ribuan masyarakat memadati kanan-kiri jalan untuk menyaksikan kreativitas puluhan kontingen dengan mengusung tema “Semangat 45.”
Pawai dimulai dari Lapangan Pahlawan dan dilepas Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori. Rombongan kemudian bergerak menyusuri Jalan Kartini, Jalan Hasanuddin dan Jalan Garuda, hingga finish di depan SMAN 1 Sumbawa.
Di lokasi finish, para peserta disambut langsung Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, bersama jajaran Forkopimda.
Sebagai rombongan pertama, Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa tampil dengan konsep tempo dulu bertajuk “AMBTENAAR SOEMBAWA – Berjoeang dan Mengabdi.”
Barisan pejuang, dapur umum dan birokrat menghadirkan suasana birokrasi masa lalu yang unik sekaligus menghibur. Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot dan Ketua GOW Kabupaten Sumbawa Dra. Hj. Sudarti Mohamad Ansori turut berjalan bersama rombongan Setda.
Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya puluhan kontingen dari perangkat daerah, sekolah, organisasi masyarakat, komunitas, paguyuban etnis dan kelompok seni. Di antaranya Dinas Pertanian, DPMD, BKPSDM, Disnakertrans, Dinas Kesehatan, Kecamatan Wilayah Kota Sumbawa, Polres Sumbawa, Kodim 1607, Yonif TP 835/SYB, Kemenag, TP. PKK, Muslimat NU, PSHT Terate, Rukun Warga Jawa, hingga Jaranan Buto Wargo Budoyo Labuhan Badas.
Beragam busana perjuangan, pakaian adat Nusantara, kesenian tradisional dan atraksi kreatif membuat sepanjang rute pawai dipenuhi warna, sorak dan tepuk tangan masyarakat.
Tak hanya menampilkan nuansa perjuangan dan keberagaman budaya, sejumlah kontingen juga menyuguhkan atraksi seni yang menjadi daya tarik tersendiri. Irama Gendang Beleq, penampilan Reog Ponorogo hingga penampilan Jaranan Buto dan berbagai kesenian tradisional membuat pawai terasa seperti panggung budaya yang bergerak di tengah kota.
Kehadiran berbagai komunitas dan paguyuban etnis turut memperlihatkan wajah Sumbawa yang beragam, namun tetap berpadu dalam semangat kebangsaan.
Antusiasme masyarakat pun tidak surut hingga rombongan terakhir melintas. Warga dari berbagai usia rela berdiri di sepanjang rute, mengabadikan setiap penampilan dan memberikan dukungan kepada para peserta.


