Tetapkan Calon Lokasi Lahan, Sumbawa Dapat Angaran Rp 1,6 Triliun Untuk Hilirisasi Peternakan

SUMBAWA,beritapembaharuan -Kabupaten Sumbawa tahun 2026 memdatang mendapatkan lampu hijau dari Kementerian Pertanian RI terkait dengan hilirisasi peternakan khususnya program pengembangan unggas terpadu tahun 2026 sesuai dengan hasil lobby, komunikasi dan koordinasi yang dilakukan langsung oleh Bupati Sumbawa Ir.H.Syarafuddin Jarot MP, maka Pemda Sumbawa melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sumbawa kini telah menetapkan enam calon areal lahan yang dibutuhkan untuk program tersebut. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sumbawa Syaifuddin SP dalam keterangan Persnya Selasa (16/12/2025).

Menurutnya, menindaklanjuti program hilirisasi peternakan unggas tersebut terang Ude akrab Kepala DPKH Sumbawa ini disapa, maka tim teknis dari Kementan RI berencana paling tidak pekan depan akan turun melakukan kegiatan action survey lapangan atas sejumlah lokasi lahan milik Pemda Sumbawa, baik yang berada di kawasan Teluk Santong Kecamatan Plampang, Moyo Hilir, Moyo Hulu, Batudulang, asrama haji dan Kerekeh, dimana sesuai dengan persyaratan lahan yang dibutuhkan paling tidak seluas sekitar 50 Hektar.

“Kegiatan survey lokasi lahan pada enam calon lokasi telah dilakukan dengan baik oleh tim Pemda Sumbawa, dan bahkan telah ditetapkan enam calon lokasi tersebut untuk nanti dinilai oleh tim dari Kementerian, dan lokasi lahan mana saja yang dinilai layak dan memenuhi syarat bagi program pengembangan hilirisasi peternakan unggas dimaksud, akan
ditentukan oleh Kementerian,” paparnya.

Menurutnya, program hilirisasi peternakan pengembangan unggas tahun 2026 tersebut, Pemerintah Pusat berencana mengalokasikan anggaran mencapai sekitar Rp 1,6 Triliun, untuk menunjang pembangunan sejumlah sarana prasarana seperti pembangunan pabrik pakan, pengembangan unggas ayam petelur dan lainnya.

Berita Lainnya :