SUMBAWA,beritapembaharuan -Jika dilihat dari hasil produksi gabah kering giling (GKG) dan Beras sepanjang tahun 2025 ini, setelah dikurangi dengan kebutuhan, maka Kabupaten Sumbawa mengalami surplus gabah dan Beras yang cukup signifikan, ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Ir Ni Wayan Rusmawati M.Si dalam keterangan Pers diruang kerjanya, Rabu (17/12/2025).
Dijelaskan, dari hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan sepanjang periodesasi Januari – Desember 2025 ini, maka jumlah produksi GKG tahun 2025 sebanyak 373.425 ton, dengan realisasi dan rencana panen sampai dengan Desember sebanyak 239 067 ton beras.
Dengan jumlah penduduk Sumbawa tahun 2023 sebanyak 529.487 jiwa (perkiraan pertumbuhan 1,07% pertahun) terang Wayan akrab disapa, dengan kebutuhan beras 122 Kg/Tahun/Jiwa Equivalen atau 190 Kg GKG, maka keperluan penduduk 529.487 x 190 GKG = 100.603 ton GKG =
Beras 64.406 ton.
Sedangkan untuk keperluan makanan ternak 2,00% sebanyak 7.469 ton GKG = 4.781 ton Beras, keperluan untuk bibit dengan luas lahan 93.175 Ha x 25 Kg GKG = 2.329 ton GKG = 1.491 ton Beras, dan tercemar gabah 5,40% = 242.860 ton GKG = 155.479 ton Beras, paparnya.
“Nah, jika dilihat dari total jumlah produksi gabah dan beras tahun 2025 ini, setelah dikurangi dengan total keperluan sebanyak 130.565 ton GKG = 83.588 ton Beras, dengan jumlah ketersediaan sebanyak 373.425 ton GKG = 239.067 ton Beras, maka alhamdulillah Kabupaten Sumbawa mengalami kelebihan (surplus) sebanyak 242.860 ton GKG = 155.479 ton Beras,” pungkas Wayan.
Produksi padi 2025 (Gabah dan Beras) tahun 2025 dinilai meningkat, dan ini tentu tidak bisa terlepas dari usaha dan kerja keras para petani kita, serta adanya program pemerintah dalam upaya peningkatan sejumlah sarana prasarana dan alsintan yang dibutuhkan petani didaerah ini, dan bahkan untuk program Optimalisasi Lahan dan Upland telah diusulkan kembali ke Pusat, agar dapat terlaksana pada tahun 2026 mendatang, ujarnya.





