Berita Pembaharuan

Live News

28.3°C
  • Sumbawa
March 15, 2026
Follow Us:

BeritaPembaharuan.com

Kontak:

space-iklan-top

BeritaPembaharuan.com

Kontak:

Berita PembaharuanNewsNewsIntensitas Hujan Tinggi, Ratusan Hektar Lahan Pertanian Di Desa Penyaring Tenggelam

Intensitas Hujan Tinggi, Ratusan Hektar Lahan Pertanian Di Desa Penyaring Tenggelam

SUMBAWA,beritapembaharuan (16 Januari 2026)- Saat ini lahan Pertanian yang sudah ditanami padi oleh Petani di Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara,Kabupaten Sumbawa,NTB tenggelam akibat tingginya intensitas hujan beberapa hari ini.

Berdasarkan pantauan media ini dilokasi ada sekitar ratusan lahan pertanian yang sudah ditanami padi oleh petani setempat tenggelam akibat banjir.

Menurut koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan ( PPL), Kecamatan Moyo Utara, Syarafuddin bahwa areal lahan pertanian yang tenggelam akibat banjir mencapai 112 hektar.

“Berdasarkan data yang kami himpun ada sekitar 100 lebih lahan pertanian yang sudah ditanami padi terendam oleh banjir,”ujarnya.

Lanjutnya, saat ini tim ppl juga tetap memantau perkembangan. Karena bisa saja bertambah. Karena air terus datang dan menenggelamkan lahan pertanian.

“Jika intensitas hujan terus tinggi maka seluruh areal pertanian di desa penyaring akan tenggelam semua. Dan hal ini terus kami monitor,”tukasnya.

Perwakilan petani setempat,Sabram kepada media ini mengatakan bahwa saat ini air yang menggenangi areal lahan pertanian setinggi paha orang dewasa.

“Airnya belum turun. Air setinggi paha orang dewasa,”tegasnya.

Sabram berharap agar pemerintah setempat turun kelokasi untuk melihat secara langsung kondisi lahan pertanian di desa penyaring.

“Jangan hanya menunggu informasi di meja silakan turun ke lokasi dan silakan dengarkan keluhan petani di sini,”pungkasnya.

Diketahui, areal lahan pertanian padi di Desa Penyaring mencapai 1000 lebih hektar. Dari 1000 hektar tersebut hanya 600 hektar yang bisa dikelola dengan baik. Karena berbagai kendala dan persoalan yang dihadapi oleh petani seperti banyaknya sedimentasi disaluran dan kurangnya kantor air.

Share:
Tags:

Berita Terkait