Berita Pembaharuan

Live News

28.3°C
  • Sumbawa
May 5, 2026
Follow Us:

BeritaPembaharuan.com

Kontak:

space-iklan-top

BeritaPembaharuan.com

Kontak:

Berita PembaharuanNewsNewsDiskusi Pra-Koncercab V DPC GMNI Sumbawa“Narasi Tunggal Pangan Negara: Kampus dan Pembungkaman Nalar”

Diskusi Pra-Koncercab V DPC GMNI Sumbawa“Narasi Tunggal Pangan Negara: Kampus dan Pembungkaman Nalar”

SUMBAWA, Beritapembaharuan — DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumbawa menilai arah kebijakan pangan nasional mulai didominasi oleh narasi tunggal yang berpotensi menyingkirkan realitas petani kecil dan membatasi ruang kritik publik, termasuk di lingkungan kampus.

Pandangan ini mengemuka dalam Diskusi Pra-Koncercab V GMNI Sumbawa pada (3/5/2026) yang mengangkat tema “Narasi Tunggal Pangan Negara: Kampus dan Pembungkaman Nalar”. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi kritis mahasiswa terhadap kebijakan pangan sekaligus kondisi kebebasan akademik yang dinilai semakin tergerus.

Dalam forum tersebut, peserta menyoroti bahwa sejumlah kebijakan pangan yang bersifat terpusat—termasuk proyek-proyek strategis di sektor pangan sering kali tidak cukup mempertimbangkan kondisi lokal, kearifan petani, serta keberagaman sistem produksi pangan di daerah. Akibatnya, ruang partisipasi masyarakat dan kritik akademik menjadi semakin sempit.

Di sisi lain, kampus dinilai mulai kehilangan perannya sebagai ruang bebas berpikir. Berbagai bentuk pembatasan diskusi, tekanan terhadap gerakan mahasiswa, hingga menguatnya budaya takut menjadi indikasi bahwa kebebasan akademik sedang menghadapi tantangan serius.

Ketua DPC GMNI Sumbawa Nindy Sanjaya menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa dibiarkan.

“Kalau hanya satu narasi yang dibenarkan, maka kritik dianggap ancaman. Kampus seharusnya menjadi ruang paling bebas untuk berpikir, bukan justru dibatasi,” tegasnya.

Ia juga menambahkan “Mahasiswa tidak boleh diam. Ketika ruang diskusi dipersempit, justru di situlah peran mahasiswa untuk membukanya kembali.”

Diskusi ini menghasilkan beberapa poin sikap :

  1. Menolak dominasi narasi tunggal dalam kebijakan pangan yang mengabaikan kepentingan petani dan masyarakat lokal.
  2. Mendesak kampus untuk menjamin kebebasan akademik tanpa tekanan atau intervensi.
  3. Mendorong mahasiswa untuk aktif menghidupkan kembali ruang-ruang diskusi kritis di kampus.

Melalui kegiatan ini, GMNI Sumbawa menegaskan komitmennya untuk terus menjaga tradisi intelektual yang kritis serta mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

Diskusi pra-Koncercab ini juga menjadi bagian dari konsolidasi menuju Konferensi Cabang (Koncercab) V GMNI Sumbawa.

Share:
Tags:

Berita Terkait