SUMBAWA, Beritapembaharuan — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sumbawa secara tegas mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa untuk menerapkan transparansi penuh dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Langkah ini dinilai krusial guna memastikan proses seleksi di tingkat sekolah bersih dari segala bentuk kecurangan dan intervensi sepihak. GMNI berkomitmen mengawal ketat seluruh tahapan agar hak-hak calon siswa di daerah tersebut dapat terpenuhi secara adil.
Tuntutan tersebut disuarakan langsung oleh Hendro Saputra, Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kabupaten Sumbawa periode 2026–2028. DPC GMNI Sumbawa menekankan pentingnya keterbukaan dengan meminta pihak Dikbud Sumbawa berani mempublikasikan hasil SPMB secara terbuka di seluruh sekolah. Melalui publikasi data yang transparan, masyarakat dan orang tua murid dapat ikut serta mengawasi hasil seleksi secara langsung guna menutup celah bagi praktik non-prosedural seperti “siswa titipan”.
Hendro menegaskan bahwa GMNI mendukung penuh setiap upaya penegakan sistem SPMB yang bebas dari intervensi pihak manapun, baik kepentingan politik maupun kelompok tertentu. Menurutnya, intervensi dalam dunia pendidikan hanya akan merusak mentalitas generasi muda dan mencederai rasa keadilan sosial. Oleh karena itu, integritas panitia penyelenggara dan ketegasan dinas terkait menjadi pertaruhan besar dalam momentum penerimaan siswa baru kali ini.
Sorotan tajam dari kader murni marhaenis ini juga diarahkan pada komitmen reformasi birokrasi di tubuh Dinas Dikbud Sumbawa. GMNI mengingatkan bahwa jargon “birokrasi bersih” yang sering digaungkan tidak boleh hanya berakhir menjadi slogan manis di atas kertas semata. Keterbukaan informasi pada SPMB tahun ini harus dijadikan momentum pembuktian bahwa pemerintah daerah benar-benar serius melakukan pembenahan tata kelola dari dalam.
Melalui desakan ini, GMNI berharap keterbukaan dapat mengakar menjadi tradisi baru dalam sistem birokrasi di Kabupaten Sumbawa. Ketika instansi pendidikan bekerja secara jujur dan sungguh-sungguh, masyarakat luaslah yang akan merasakan dampak positifnya secara langsung. Pengawasan ketat ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem pendidikan yang sehat, objektif, dan sepenuhnya berorientasi pada masa depan anak bangsa di Bumi Samawa.


