Berita Pembaharuan

Live News

28.3°C
  • Sumbawa
April 16, 2026
Follow Us:

BeritaPembaharuan.com

Kontak:

space-iklan-top

BeritaPembaharuan.com

Kontak:

Berita PembaharuanNewsNewsSumbawa Jadi “Benteng” Ketahanan Pangan NTB, Siasati Inflasi Lewat Hilirisasi Ayam

Sumbawa Jadi “Benteng” Ketahanan Pangan NTB, Siasati Inflasi Lewat Hilirisasi Ayam

SUMBAWA, beritapembaharuan (6 Februari 2026)– Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa penetapan Sumbawa sebagai pusat industri unggas terintegrasi adalah keputusan yang sangat tepat dan strategis. Dalam sambutannya pada groundbreaking di Desa Serading Kecamatan Moyo Hilir Jumat (06/02/2026), Gubernur Mamiq Iqbal memaparkan visi besar di balik keseriusan Pemerintah Provinsi NTB menghibahkan tanah demi proyek ini.

Gubernur Iqbal secara jujur mengakui adanya rasa cemas dalam beberapa bulan terakhir terkait lonjakan permintaan protein hewani. Dengan target 600 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh NTB, kebutuhan akan telur dan daging ayam melonjak drastis.

“Saya jujur merasa cemas. Jika permintaan (demand) dari MBG ini sangat tinggi sementara pasokan (supply) kita belum siap, maka hukum pasar akan berlaku: inflasi akan meledak. Harga akan melambung tinggi. Inilah alasan mengapa pemerintah harus fokus total pada sektor supply melalui industri ini,” tegas Gubernur.

Selama ini, NTB sangat bergantung pada Pulau Jawa untuk pasokan pakan dan bibit ayam (DOC). Gubernur Iqbal ingin ketergantungan ini segera berakhir. Dengan ketersediaan jagung yang melimpah di NTB—yang mencakup 50% bahan baku pakan—Gubernur telah menginstruksikan riset mendalam untuk menciptakan formula pakan lokal yang 100% mandiri.

“Kita punya jagung. Sekarang saya minta Dinas Peternakan dan tim ahli untuk meriset bahan alternatif seperti kelor dan magot yang dikeringkan menjadi tepung nutrisi. Kita harus bisa produksi pakan sendiri agar tidak lagi didikte oleh harga industri luar yang tidak terprediksi,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Gubernur mengumumkan kabar baik mengenai pembukaan kembali akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank NTB Syariah setelah sempat tertutup selama 7 tahun.

“Kami siapkan akses KUR untuk UMKM sebesar 30 miliar pada tahap awal, dan khusus untuk sektor peternakan, kami sedang perjuangkan bunga hanya 3%. Ini harus berjalan cepat, kita tidak punya waktu lagi untuk menunggu,” kata Lalu Iqbal.

Meskipun Sumbawa menjadi titik utama hilirisasi terintegrasi, Gubernur menekankan bahwa wilayah lain seperti Bima dan Dompu tidak akan ditinggalkan. Pemprov NTB telah menyiapkan lahan milik provinsi di wilayah tersebut untuk diarahkan menjadi industri pakan pendukung.

“Keputusan meletakkan industri di Sumbawa ini benar karena kita adalah provinsi yang paling serius. Kami ikhlas memberikan tanah kepada negara, taat kepada ‘langit’ (pusat), demi kesejahteraan rakyat di bumi NTB,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah.

Di akhir sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sumbawa, Ir H Syarafuddin Jarot , yang disebutnya sebagai sosok yang paling lega atas realisasi proyek ini. Ia berharap kolaborasi antara BPI Danantara, PT Berdikari, dan pemerintah daerah dapat menjadikan NTB sebagai contoh nasional dalam hilirisasi pangan.

Share:
Tags:

Berita Terkait