Berita Pembaharuan

Live News

28.3°C
  • Sumbawa
June 20, 2026
Follow Us:

BeritaPembaharuan.com

Kontak:

space-iklan-top

BeritaPembaharuan.com

Kontak:

Berita PembaharuanNewsPemerintahanBupati Jarot Dorong Percepatan Proyek Hilirisasi Unggas Rp1,7 Triliun di Sumbawa

Bupati Jarot Dorong Percepatan Proyek Hilirisasi Unggas Rp1,7 Triliun di Sumbawa

GORONTALO,beritapembaharuan (20 Juni 2026)– Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk menghadirkan investasi strategis nasional kembali diperkuat. Di sela-sela kehadirannya pada Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 di Gorontalo, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Direktur Utama PT Berdikari, serta Direktur Hilirisasi guna membahas percepatan Proyek Hilirisasi Unggas Terintegrasi di Pulau Sumbawa.

Bupati H. Jarot yang hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E., didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa beserta jajaran dan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Sumbawa, menyampaikan bahwa hasil pertemuan tersebut memberikan perkembangan positif bagi realisasi proyek yang telah masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN).

“Barusan kami membahas proyek unggas terintegrasi di Sumbawa bersama Dirjen Peternakan, Dirut Berdikari, dan Direktur Hilirisasi. Alhamdulillah, tim dari Kementerian Pertanian dan PT Berdikari akan segera turun ke Sumbawa untuk memastikan kesiapan lahan yang telah diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa,” ujar Bupati H. Jarot.

Proyek Hilirisasi Unggas Terintegrasi merupakan investasi berskala besar senilai sekitar Rp1,2 hingga Rp1,7 triliun yang digarap oleh BUMN melalui ID FOOD dan PT Berdikari dengan dukungan Danantara. Proyek ini dirancang untuk membangun rantai industri peternakan ayam secara terpadu, mulai dari pembibitan, produksi pakan, budidaya, rumah potong unggas, pengolahan hasil hingga distribusi.

Menurut Bupati H. Jarot, proyek tersebut akan memberikan dampak ekonomi yang sangat besar bagi daerah. Selain membuka lapangan kerja baru, proyek ini juga akan memperkuat ekosistem peternakan rakyat dan mendorong tumbuhnya industri turunan di Kabupaten Sumbawa.

Untuk mendukung percepatan realisasi proyek, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah menyiapkan sejumlah alternatif lokasi. Selain lokasi awal yang direncanakan di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Pemkab Sumbawa juga menyiapkan kawasan Teluk Santong, Bangkong, dan Kerato sebagai opsi lokasi pengembangan.

“Kami ingin memastikan proyek strategis ini tetap berada di Sumbawa dan dapat segera direalisasikan. Karena itu, berbagai alternatif lahan kami siapkan agar prosesnya berjalan lebih cepat dan sesuai kebutuhan investor,” tegasnya.

Bupati H. Jarot menambahkan bahwa berdasarkan hasil komunikasi dengan pemerintah pusat dan pihak pelaksana proyek, pengembangan industri unggas terintegrasi tetap akan dilaksanakan di Pulau Sumbawa dengan pembagian peran antara Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima.

“Kami optimistis proyek ini akan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Sumbawa sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai sentra peternakan unggas nasional,” pungkasnya.

Share:
Tags:

Berita Terkait